Di Posting Oleh , Pada 23.59 dan 0 komentar
Home » All posts
Selasa, 12 Maret 2013
0 Filsuf mtjt
Pernah agan Anda berpikir
1. Mengapa PLUS di kali PLUS
hasilnya PLUS?
2. Mengapa MINUS di kali PLUS
atau sebaliknya
PLUS di kali MINUS hasilnya
MINUS?
3. Mengapa MINUS di kali MINUS
hasilnya PLUS?
Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH
Spoiler for Pertamax
Mengatakan BENAR terhadap
sesuatu hal yang BENAR adalah
suatu tindakan yang BENAR.
Rumus matematikanya :
+ x + = +
Mengatakan BENAR terhadap
sesuatu yang SALAH, atau
sebaliknya mengatakan SALAH
terhadap sesuatu yang BENAR
adalah suatu tindakan yang
SALAH
Rumus matematikanya :
+ x - = -
- x + = -
Spoiler for Ketigax
Mengatakan SALAH terhadap
sesuatu yang SALAH adalah
suatu tindakan yang BENAR
Rumus matematikanya :
- x - = +
Di Posting Oleh Unknown, Pada 19.30 dan 0 komentar
Bagi penggemar tanaman atau
yang memiliki hobi berkebun, seringkali menemukan binatang yang menjengkelkan,
dimana dedaunan muda yang tumbuh segar,
menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna
hijau, sehijau dedaunan untuk kamu flase, binatang tersebut adalah ulat.
menjadi tak beraturan dan bolong-bolong bahkan habis dan tinggal tangkainya saja. Ternyata setelah kita perhatikan ada hewan yang biasanya berwarna
hijau, sehijau dedaunan untuk kamu flase, binatang tersebut adalah ulat.
Ulat adalah salah satu
binatang yang sangat rakus dalam melahap hijaunya dedaunan tanaman yang kita
sayangi. Rasa marah yang sangat bila kita jumpai
tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya, bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan marah rasanya karena usaha kita terasa terampas
begitu saja karena ulah sang ulat.
tanaman kesayangan kita telah habis dedaunannya, bahkan hanya tinggal ranting-ranting saja. Sedih dan marah rasanya karena usaha kita terasa terampas
begitu saja karena ulah sang ulat.
Dibalik kekesalan dan rasa marah, pernahkah
kita mencoba untuk melihat atau sedikit tertegun mengernyitkan dahi atas ulah
sang ulat tersebut atau
sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan kekesalan hati, setega itukah?
sebaliknya kita membunuhnya untuk melampiaskan kekesalan hati, setega itukah?
Hasil yang diakibatkan oleh ulah sang ulat
memang sangat mengesankan bila dibanding dengan wujud ulat yang lemah dan lunak
tubuhnya.
Melihat dari akibat yang dihasilkan maka
dapat kita katakan bahwa karakter ulat adalah pekerja keras dalam menggunduli
dedaunan tanaman kita,
seakan-akan mereka seperti dikejar deadline dan harus buru-buru untuk menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat kita, yaitu tanaman yang
gundul dalam waktu yang relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.
seakan-akan mereka seperti dikejar deadline dan harus buru-buru untuk menyelesaikan. Hasilnya sangat mengesalkan sekali buat kita, yaitu tanaman yang
gundul dalam waktu yang relatif singkat dan sekali lagi sungguh mengesankan.
Dalam menjalani misinya sang ulat tak
membiarkan sedikit waktu terbuang. Sang ulat baru berhenti ketika sampai pada
saat yang ditentukan dimana ia harus
berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa minum sama sekali, dalam lingkupan
kepompong yang sempit dan gelap.
berhenti makan untuk menuju ke dalam kondisi puasa yang keras. Puasa yang sangat ketat tanpa makan tanpa minum sama sekali, dalam lingkupan
kepompong yang sempit dan gelap.
Pada masa kepompong ini terjadi sebuah
peristiwa yang sangat menakjubkan, masa dimana terjadi transformasi dari seekor
ulat yang menjijikkan menjadi
kupu-kupu yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk baru yang mempunyai perwujudan dan
perilaku yang baru dan sama sekali berubah.
kupu-kupu yang elok dan indahnya dikagumi manusia. Sang kupu-kupu yang terlahir seakan-akan menjadi makhluk baru yang mempunyai perwujudan dan
perilaku yang baru dan sama sekali berubah.
Haruskah kita
membiarkan begitu saja sebuah peristiwa yang sangat indah dan mengesankan ini,
tentu tidak. Sebenarnya kita patut malu bila melihat tabiat
ulat yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga
bagi ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong, seakan dikejar-
kejar oleh deadline sehingga sang ulat tak pernah beristirahat ejenakpun untuk terus melahap dedaunan.
ulat yang pekerja keras. Ulat seakan tak mempunyai waktu yang terluang dan terbuang sedikitpun. Waktu yang tersedia adalah waktu yang sangat berharga
bagi ulat untuk menggemukkan badan sebagai persiapan menuju sebuah keadaan dimana diperlukan energi yang besar yaitu masa kepompong, seakan dikejar-
kejar oleh deadline sehingga sang ulat tak pernah beristirahat ejenakpun untuk terus melahap dedaunan.
Berpacunya sang
ulat dengan waktu, ternyata disebabkan sang ulat telah mempunyai sebuah tujuan
yang sangat jernih dan jelas yaitu mengumpulkan semua
potensi yang ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong tersebut dibutuhkan persiapan yang
prima. Datangnya masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk menghadapinya.
potensi yang ada untuk menghadapi satu saat yang sangat kritis yaitu masa kepompong, dimana pada masa kepompong tersebut dibutuhkan persiapan yang
prima. Datangnya masa kepompong adalah sebuah keniscayaan, maka sang ulat mempersiapkan dengan kerja keras untuk menghadapinya.
Sebuah persiapan diri dengan kerja keras dilakukan juga
pada hewan- hewan yang mengalami musim dingin.Dimana untuk menghadapi masa
sulit di musim
dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin di gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya musim dingin. Agar tubuh tetap
hangat dan tersedianya energi maka sebelum menjelang musim dingin, hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya,
untuk dipakai sebagai bekal dalam tidur panjangnya.
dingin, banyak hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin di gua-gua atau liang-liang, agar terhindar dari ganasnya musim dingin. Agar tubuh tetap
hangat dan tersedianya energi maka sebelum menjelang musim dingin, hewan-hewan tersebut akan menumpuk lemak sebanyak-banyaknya di dalam tubuhnya,
untuk dipakai sebagai bekal dalam tidur panjangnya.
Lalu coba kita berkaca dan mereview diri kita, adakah
semangat yang luar biasa selayaknya ulat yang telah menggunduli dedaunan,
bukankah sebuah masa
depan dan tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul dan tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering suka bermain- main, selayaknya tertipu
oleh permainan yang sangat melenakan.
depan dan tanggung jawab yang begitu beratnya harus kita pikul dan tunaikan. Namun kita terbuai dan masih sering suka bermain- main, selayaknya tertipu
oleh permainan yang sangat melenakan.
Masa-masa dalam
kehidupan kita sebagai individu atau kelompok, pasti tak akan pernah luput dari
masa yang menyenangkan dan kemudian digantikan
masa-masa yang sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau yang memayahkan.
Janganlah kita terlena
bahkan kalah dengan hewan yang bernama ulat yang mempunyai etos kerja unggul
dan memiliki pola pandang yang jauh ke depan yang masa-masa yang sulit, itu adalah sebuah kepastian, sepasti bergantinya musim hujan disongsong oleh musim kemarau yang memayahkan.
meniti masa depan tersebut dengan kerja keras, karena masa depan dengan kesulitan dan cobaan itu pasti akan datang dan menghampiri kita, maka persiapan
yang matang dan kerja keras yang mampu menolong kita dan bukan kemalasan dan menunda-nunda pekerjaan.
Di Posting Oleh Unknown, Pada 16.35 dan 0 komentar
0 Chaeril anwar
Biografi Biodata dan Profil Chairil Anwar
Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
"Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu
menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha
tuan bertahta"
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Chairil Anwar adalah seorang penyair legendaris yang dikenal juga sebagai "Si Binatang Jalang"
(dalam karyanya berjudul "Aku"). Salah satu bukti keabadian karyanya,
pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28
April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB)
Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima
putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar.
Biografi Chairil Anwar dari Biografi Web
Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26
Julai 1922. Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama
Toeloes, mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh
Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan ibunya Saleha, berasal
dari Situjuh, Limapuluh Kota. Dia masih punya pertalian keluarga
dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. Dia dibesarkan
dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan
ayahnya menikah lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil
mengikut ibunya ke Jakarta.
Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
Pada usia sembilan belas tahun,
setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke
Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun
pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa
Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca
karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke,
W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du
Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara
tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Semasa kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:
Semasa kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:
| Patung Chairil Anwar di Jakarta |
Sesudah nenek, ibu adalah wanita
kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa menyebut nama
ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si
ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang
liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Chairil
terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah
membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa
kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya
ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan,
maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk
mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap,
menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.
Masa dewasa
Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.
Masa dewasa
Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Chairil memang penyair besar yang
menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan,
termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari
penjajahan. Hal ini, antara lain tercermin dari sajaknya bertajuk:
"Krawang-Bekasi", yang disadurnya dari sajak "The Young Dead Soldiers",
karya Archibald MacLeish (1948).
Dia juga menulis sajak "Persetujuan dengan Bung Karno", yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.
Bahkan sajaknya yang berjudul "Aku" dan "Diponegoro" juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka.
Dia juga menulis sajak "Persetujuan dengan Bung Karno", yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.
Bahkan sajaknya yang berjudul "Aku" dan "Diponegoro" juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka.
Di Posting Oleh Unknown, Pada 16.18 dan 0 komentar
[ Arsip Blog ]
-
▼
2014
(19)
- ► 12/21 - 12/28 (2)
- ► 12/14 - 12/21 (3)
- ► 12/07 - 12/14 (2)
- ► 08/24 - 08/31 (1)
- ► 08/10 - 08/17 (2)
- ► 08/03 - 08/10 (1)
- ► 07/06 - 07/13 (1)
- ► 03/23 - 03/30 (1)
- ► 03/16 - 03/23 (1)
- ► 02/09 - 02/16 (1)
- ► 02/02 - 02/09 (2)
- ► 01/19 - 01/26 (1)
-
►
2013
(60)
- ► 11/10 - 11/17 (1)
- ► 11/03 - 11/10 (1)
- ► 10/27 - 11/03 (1)
- ► 09/29 - 10/06 (3)
- ► 09/22 - 09/29 (1)
- ► 09/15 - 09/22 (1)
- ► 08/04 - 08/11 (1)
- ► 07/14 - 07/21 (1)
- ► 07/07 - 07/14 (6)
- ► 06/30 - 07/07 (8)
- ► 06/16 - 06/23 (2)
- ► 06/09 - 06/16 (1)
- ► 06/02 - 06/09 (1)
- ► 05/19 - 05/26 (1)
- ► 05/05 - 05/12 (3)
- ► 04/14 - 04/21 (1)
- ► 04/07 - 04/14 (1)
- ► 03/31 - 04/07 (6)
- ► 03/24 - 03/31 (2)
- ► 03/17 - 03/24 (4)
- ► 03/10 - 03/17 (13)
- ► 02/17 - 02/24 (1)
-
►
2012
(3)
- ► 12/30 - 01/06 (1)
- ► 10/28 - 11/04 (1)
- ► 05/06 - 05/13 (1)
-
►
2011
(17)
- ► 10/02 - 10/09 (1)
- ► 09/18 - 09/25 (1)
- ► 06/19 - 06/26 (1)
- ► 05/01 - 05/08 (1)
- ► 03/27 - 04/03 (2)
- ► 03/13 - 03/20 (2)
- ► 02/13 - 02/20 (6)
- ► 02/06 - 02/13 (1)
- ► 01/30 - 02/06 (2)
-
►
2010
(3)
- ► 10/17 - 10/24 (1)
- ► 10/03 - 10/10 (1)
- ► 09/26 - 10/03 (1)
[ Categories ]
Diberdayakan oleh Blogger.
Blogroll
Total Pageviews
Search
ariev
myself
poupuler
Labels
About
Blogroll
dan tak akan semua tau apa yang selalu menjadi alasan
About
ARIEV
Pages
song and sing
Baca Selengkapnya Di : http://indonesianblog-jmk.blogspot.com/2012/02/cara-membuat-background-blog-berubah.html#ixzz2Prsyx2Ft
Blog Archive
-
▼
2014
(
19
)
- ► 12/21 - 12/28 ( 2 )
- ► 12/14 - 12/21 ( 3 )
- ► 12/07 - 12/14 ( 2 )
- ► 08/24 - 08/31 ( 1 )
- ► 08/10 - 08/17 ( 2 )
- ► 08/03 - 08/10 ( 1 )
- ► 07/06 - 07/13 ( 1 )
- ► 03/23 - 03/30 ( 1 )
- ► 03/16 - 03/23 ( 1 )
- ► 02/09 - 02/16 ( 1 )
- ► 02/02 - 02/09 ( 2 )
- ► 01/19 - 01/26 ( 1 )
-
►
2013
(
60
)
- ► 11/10 - 11/17 ( 1 )
- ► 11/03 - 11/10 ( 1 )
- ► 10/27 - 11/03 ( 1 )
- ► 09/29 - 10/06 ( 3 )
- ► 09/22 - 09/29 ( 1 )
- ► 09/15 - 09/22 ( 1 )
- ► 08/04 - 08/11 ( 1 )
- ► 07/14 - 07/21 ( 1 )
- ► 07/07 - 07/14 ( 6 )
- ► 06/30 - 07/07 ( 8 )
- ► 06/16 - 06/23 ( 2 )
- ► 06/09 - 06/16 ( 1 )
- ► 06/02 - 06/09 ( 1 )
- ► 05/19 - 05/26 ( 1 )
- ► 05/05 - 05/12 ( 3 )
- ► 04/14 - 04/21 ( 1 )
- ► 04/07 - 04/14 ( 1 )
- ► 03/31 - 04/07 ( 6 )
- ► 03/24 - 03/31 ( 2 )
- ► 03/17 - 03/24 ( 4 )
- ► 03/10 - 03/17 ( 13 )
- ► 02/17 - 02/24 ( 1 )
-
►
2012
(
3
)
- ► 12/30 - 01/06 ( 1 )
- ► 10/28 - 11/04 ( 1 )
- ► 05/06 - 05/13 ( 1 )
-
►
2011
(
17
)
- ► 10/02 - 10/09 ( 1 )
- ► 09/18 - 09/25 ( 1 )
- ► 06/19 - 06/26 ( 1 )
- ► 05/01 - 05/08 ( 1 )
- ► 03/27 - 04/03 ( 2 )
- ► 03/13 - 03/20 ( 2 )
- ► 02/13 - 02/20 ( 6 )
- ► 02/06 - 02/13 ( 1 )
- ► 01/30 - 02/06 ( 2 )
-
►
2010
(
3
)
- ► 10/17 - 10/24 ( 1 )
- ► 10/03 - 10/10 ( 1 )
- ► 09/26 - 10/03 ( 1 )


